Sabtu, 30 April 2011

RESUME DATABASE ADMINISTRATOR - 120 - M7

STORAGE MANAGEMENT
ORACLE INSTANCE
Oracle database selalu diasosiasikan dengan  Oracle Instance. Saat database dijalankan pada database server, oracle mengalokasikan memory yang disebut System Global Area (SGA) dan menjalankan beberapa oracle background process. Kombinasi dari SGA dan Oracle processes disebut dengan Oracle Instance. Memory dan proses dari instance mengatur data dalam database secara efisien dan dapat melayani satu atau lebih user yang menggunakan basis data ini. 
MEMORY STRUCTURE
Memory di Oracle digunakan untuk menyimpan:
-  Kode program yang akan dieksekusi
-  Informasi tentang session
-  Data yang akan dieksekusi
-  Informasi yang di share dan dikomunikasi oleh       proses yang lain. Misalnya locking information
-  Cache information
 
Dasar struktur memory yang berhubungan dengan oracle:
-  Software code ares
Bagian dari memory yang digunakan untuk menyimpan kode program yang akan dieksekusi. Perintah/kode oracle disimpan di software code areas yang biasanya berada di tempat yang berbeda-beda sesuai dengan program dari user.  Ukuran software codes areas statis, berubah jika dilakukan installasi ulang atau update.
-  System Global Area (SGA) 
Memory Structure dasar yang berhubungan dengan Oracle instance adalah :
-  System Global Area (SGA) : di-share oleh semua server dan background process
-  Program Global area (PGA) : Private untuk masing-masing server dan background process. Satu PGA untuk masing-masing proses. 
Merupakan memory area yang meliputi data dan control informasi untuk instance.
SGA mencakup data struktur berikut ini:
-Database buffer cache
-Redo log
-Shared pool
-Large
-Java pool
Steams pool
-  Program Global Area (PGA)
 
Program Global Area (PGA) adalah memory yang terdiri dari data dan control information untuk masing-masing proses server.
Proses dalam oracle server memberikan layanan bagi client. Masing-masing proses server memiliki PGA sendiri-sendiri yang dibuat saat proses di server dimulai.
PGA diakses secara eksklusif oleh server proses
PGA ditulis dan dibaca hanya oleh kode oracle.
-  Sort area 
SPACE MANAGEMENT
Manajemen ASM
Automatic Storage Management (ASM) yang dimiliki oleh Oracle 10g ini dapat meningkatkan kemampuan dalam memanajemen dan menkonsolidasikan antar data dalam basis data/ database.  
ASM menyediakan fungsionalitas sebagai berikut:
Mengatur kelompok disk, disebut disk group.
Mengelola disk redundansi dalam suatu disk group.
Menyediakan dekat-optimal I / O menyeimbangkan tanpa tuning manual.
Memungkinkan manajemen objek database tanpa menyebutkan mount point dan nama file.
Mendukung file ukuran besar.
 Tablespace
Oracle mempunyai definisi tablespace yang sama dengan DB2.
Tablespace merupakan bagian dari arsitektur logic database Oracle [secara sekilas, struktur logik database Oracle adalah tablespace, segment, extent, dan block].
Tablespace digunakan sebagai tempat (storage) bagi segment (object database)
Terdapat 4 jenis:
System tablespace
Menyimpan informasi operasional dan menentukan atribute dari data yang disimpan seperti tipe data, besar maksimum dari sebuah column, pemilik data dan lain-lain.
SYSAUX tablespace
Sebagian besar dari tool yang digunakan untuk menjalankan aktifitas database menyimpan object dan informasi di dalam tablespace ini. Ketika database dibentuk, tablespace ini wajib dibuat.
Default temporary tablespace
Berguna untuk penampungan sementara dari hasil output resultset atau untuk mendukung aktifitas seperti sorting. Sangat berguna jika memory yang ada tidak cukup untuk menjalankan sebuah operasi.
Undo tablespace
Berguna untuk menyimpan row yang diubah namun belum dicommit atau diroll back
.
Datafiles 
Sebuah tablespace di database Oracle terdiri dari satu atau lebih datafiles fisik. Suatu datafile dapat dikaitkan dengan hanya satu tablespace dan hanya satu database.
Oracle menciptakan datafile untuk tablespace dengan mengalokasikan jumlah tertentu pada ruang disk 
Redo Logs 
Redo Log File merupakan jenis berkas yang sangat penting. Berkas Redo Log File yang rusak kadang membuat database sama sekali tidak bisa dibuka. Redo Log Files ini pada umumnya memuat transaksi transaksi, namun dalam jangka waktu yang tidak terlalu lama.
Fungsi Redo logs
Recover database
Update standby database
Mendapatkan informasi tentang History penggunaan database
memiliki tingkat status:
CURRENT : status ini berarti kelompok redo log files sedang ditulis oleh LGWR ( Log Writer ) untuk merekan data – data redo untuk semua transaksi yang terjadi di basis data.
ACTIVE : Status ini berarti kelompok Redo Log Files masih memuat data – data redo yang diperlukan untuk pemulihan instance.
INACTIVE : Checkpoint yang dibicarakan dia atas sudah dieksekusi, yang berarti kelompok Redo Log Files yang bersangkutan tidak diperlukan lagi dalam pemulihan instance, dan dapat digunakan sebagai kelompok CURRENT
Rollback Segment
Rollback segment dipakai untuk menyimpan data sebelum transaksi. Sehingga selama transaksi itu belum di commit, session lain masih dapat melihat data yang original. Hal ini untuk menjaga consistency. Data tersebut juga dipakai untuk me rollback transaksi jika user mengeluarkan perintah ROLLBACK
Archive log
Archived log digunakan untuk recovery database. Bila kita me-restore dari hasil offline backup, maka data yang bisa diambil adalah data ketika offline backup dilakukan. Jadi, seandainya full backup dilakukan sebulan yang lalu, maka data yang bisa diselamatkan (diambil) adalah data sebulan yang lalu tersebut.
  Berbeda dengan jika kita me-restore dari hasil online backup. Setelah file backup di-restore, kemudian archived log yang terbentuk setelah online backup (yang berisi rekaman transaksi itu) di-apply kembali (istilahnya recovery). Sehingga kita bisa mendapatkan data sampai archived log terakhir, atau sesaat sebelum terjadi bencana (kerusakan database).
 
 
 
 

 

RESUME DATABASE ADMINISTRATOR - 120 - M6

DISASTER PLANNING
Langkah-langkah dalam perencanaan database :
Mendefinisikan kebutuhan (Requirements definition) adalah proses mengidentifikasi & mendokumentasikan data yang dibutuhkan oleh user dalam sebuah database untuk memenuhi kebutuhan informasi saat ini dan masa yang akan datang.

2. Jenis informasi yang harus diperhatikan:

  1) Informasi yang menjelaskan struktur data, seperti entitas, atribut, dan relasi. Informasi ini biasanya dinyatakan dalam bentuk grafik seperti entity-relationship diagrams (E-RD).

  2) Informasi yang menggambarkan aturan atau batasan yang dapat menjaga integritas data. Biasanya disebut aturan bisnis (business rules), batasan-batasan ini harus di tuangkan dalam data dictionary/directory (atau repository) suatu organisasi.
 
Disaster recovery planning 
merupakan serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan dan membatasi kerugian akibat bencana pada proses bisnis yang penting. Bencana yang dimaksud bisa berupa banjir, kebakaran, gempa bumi, ataupun virus, kegagalan harddisk, serangan dari cracker, dan lain sebagainya. Tentunya bencana seperti ini sangat mengancam data atau informasi perusahaan atau perorangan
Disaster Recovery Plan
Disaster recovery plan merupakan program yang tertulis dan telah disetujui, diimplementasikan, serta  dievaluasi secara periodik, yang menfokuskan pada semua aksi yang perlu dilakukan sebelum, ketika, dan setelah bencana. Rencana ini disusun berdasarkan review secara menyeluruh terhadap bencana-bencana yang potensial, yang mencakup lingkup fasilitas, lokasi geografis, atau industri. Rencana ini juga merupakan pernyataan dari tanggapan yang tepat untuk proses pemulihan yang bersifat efektif terhadap biaya dan cepat. Oleh karena itu, rencana yang dibuat haruslah mengidentifikasi di mana, yang mana, dan bagaimana record-record dapat diperoleh. 
Hal-hal Lain Yang Perlu Diperhatikan Dalam Menyusun Disaster Recovery Plan :
Berikut adalah daftar hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan ketika membuat Information Disaster Recovery Plan sebuah perusahaan :
memastikan keamanan para pekerja dan pengunjung pada lokasi di mana mereka berada;
melindungi record dan informasi penting;
memastikan keamanan fasilitas dan lokasi-lokasi bisnis;
memastikan ketersediaan material, perlengkapan, dan peralatan;
mengurangi risiko bencana yang diakibatkan oleh kesalahan manusia  atau kegagalan peralatan yang digunakan;
data-data dan fasilitas penting lainnya telah ditata dengan baik sehingga memudahkan proses pemulihan ketika bencana alam terjadi;

Prasyarat Dalam Pembuatan Disaster Recovery Plan

Prasayarat 1: Informasi dipandang sebagai Sumber Daya Perusahaan
Prasyarat 2: Asuransi Yang Cukup
Prasyarat 3: Program Record  Yang Penting
Prasyarat 4: Jadwal Penyimpanan Record
Prasyarat 5: Sistem Klasifikasi dan Penggunaan Kembali Record
Prasyarat 6: Program Sekuritas Yang Cukup
Back Up Database
Backup mengacu pada pembuatan salinan data dari database, sehingga salinan ini dapat digunakan untuk mengembalikan data semula dari peristiwa kehilangan data ataupun kerusakan data.
Alasan Melakukan Back Up
Melindungi database dari berbagai jenis kegagalan, antara lain:
Statement failure:
User error
Network failure
Instance failure 
Media failure
Jenis Backup 
Physical Back up 
Logical Back up

Jenis-jenis Recovery 
1.User-Managed Recovery 
2.RMAN Recovery